web 2.0

Mahasiswa RI di Pakistan Mengungsi Trauma Insiden Penembakan dan Pengeboman di Kampus

[ Minggu, 25 Oktober 2009 ]
Ratusan Mahasiswa RI di Pakistan Mengungsi
Trauma Insiden Penembakan dan Pengeboman di Kampus

JAKARTA - Ratusan mahasiswa Indonesia di Pakistan sekarang ketakutan. Sebab, penembakan dan pengeboman terjadi setiap hari. Target serangan kaum militan Taliban juga semakin acak. Salah satunya Universitas Islam Internasional Islamabad yang dibom Selasa lalu. Delapan tewas dan 19 terluka.

“Kami masih trauma dengan kejadian itu. Sekarang semuanya mengungsi di kedutaan dan rumah-rumah staf kedutaan di sini,” kata Muladi Mughni, salah seorang mahasiswa Universitas Islam Internasional Islamabad, saat dihubungi Jawa Pos melalui sambungan internasional tadi malam. Selisih waktu Pakistan dengan Jakarta dua jam lebih lambat.

Menurut Muladi, sekitar 18 ribu mahasiswa belajar di universitas tersebut. Dua ribu di antaranya dari luar Pakistan, terutama dari Republik Rakyat Tiongkok. Sebagian besar mahasiswa mempelajari manajemen atau ilmu komputer. “Semua institusi pendidikan ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut oleh Kementerian Dalam Negeri Pakistan,” kata mahasiswa pascasarjana jurusan Shariah And Law itu.

Muladi menjelaskan, semua warga Indonesia dan mahasiswa di Pakistan bersembunyi di lokasi yang disediakan Kedubes RI di Pakistan. “Suasananya sangat tegang. Anda harus ke sini langsung untuk bisa menggambarkannya dengan detail. Susah sekali dijelaskan lewat telepon,” katanya saat ditanya tentang kondisi terkini Pakistan.

Aktivis PPMI di Pakistan itu menjelaskan, penembakan terjadi hampir setiap hari. “Baru saja ada berita penembakan seorang brigadir jenderal di jalanan. Juga ada serangan menggunakan bom motor,” katanya.

Target para militan Taliban juga semakin susah diprediksi. “Dulu kita mengira universitas aman, masjid aman. Sekarang kita khawatir ke mana-mana,” katanya. Soal makanan, mereka disuplai bahan pokok oleh staf kedutaan. “Saat ini saya dan keluarga mengungsi di rumah atase pertahanan,” jelasnya.

Saat pengeboman Selasa lalu (20/10), banyak mahasiswa Indonesia yang menjadi saksi mata di sekitar lokasi. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami justru membantu mengevakuasi korban ke ambulans dan membawa mereka ke rumah sakit,” katanya.

Suasana Pakistan, menurut Muladi, akan semakin mencekam dalam beberapa pekan mendatang. Itu setelah militer Pakistan kian gencar melakukan operasi anti-Taliban dan Al Qaidah di Waziristan Selatan.

Apakah tidak ada kebijakan evakuasi keluar Pakistan? Menurut aktivis PC NU Pakistan itu, pihak kedutaan belum memutuskan. “Belum ada kebijakan itu. Tapi, setahu saya, warga Tiongkok sudah dievakuasi secara bertahap,” jelasnya.

Pakistan telah memerintahkan militer melancarkan operasi di Waziristan Selatan. Militer Pakistan menganggap Waziristan Selatan sebagai episenter terorisme. Karena aksi militer itu, hampir setiap kota di Pakistan sekarang bergolak oleh serangan-serangan sporadis yang dilakukan para militan.

Dari wilayah Waziristan Selatan, kelompok-kelompok bersenjata yang bergabung sebagai Tehrik-e-Taliban atau Gerakan Taliban Pakistan telah melancarkan serangan ke seantero Pakistan barat laut dan bagian timur Afghanistan. Waziristan Selatan merupakan bagian dari area kesukuan yang diperintah secara federal (FATA), yaitu wilayah semiotonom. Pemerintah pusat hanya memiliki kontrol terbatas. Sistem kesukuan secara tradisional menyediakan stabilitas di wilayah tersebut. (rdl/iro)

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=97040IIU Male Campus, Room of Professor Sharia and Law. Dr Ziaul-Haq

One Response to “Mahasiswa RI di Pakistan Mengungsi Trauma Insiden Penembakan dan Pengeboman di Kampus”

  1. Kenapa jumlah mahasiswa yg hanya 50-an bisa menjadi ratusan? Mohon kebenaran informasi dan data dari admin site PPMI Pakistan. Terlebih kami yg menginap di KBRI selama 4 hari hanya berjumlah 22 mahasiswa. Itupun yg genap selama 4 hari penuh hanya 15 mahasiswa. Terima kasih kepada admin. Semoga site ini bisa terus memberikan informasi yang benar dan bermanfaat.

Leave a Reply