web 2.0

“Menu Summer” Ala Departemen Keputrian PPMI

Di tengah hembusan debu Pakistan dan hawa panas bin lembabnya Islamabad, masih menyisakan keceriaan dan keantusiasan para anggota PPMI putri. Seperti biasa agenda aktifitas tentunya berdatangan pula dari berbagai forum saat liburan summer ini karenanya tak heran kegiatan padat menghiasi hari-hari di musim tersebut. Maka Departemen Keputrian pun berusaha untuk memeriahkan liburan tersebut dengan beberapa acara.

Pada Rabu pagi pukul 10, tepatnya pada tanggal 24 Juni 2009 yang lalu Kursus Boga I, yang dibimbing oleh Ibu Lasnidar Azhar, dengan tema makanan khas Pakistan yang menggoda selera. Departemen kami memberikan kesempatan teman-teman putri untuk memilih menu-menu yang diinginkan. Dan akhirnya diputuskan bahwa dalam demo tersebut masakan yang dipilih adalah nasi biryani, ayam tikka (chicken tikka) dan juga kofta alias baso khas Pakistan. Kesemangatan para anggota jelas tertangkap mata dan telinga, karena saat praktek pertanyaan-pertanyaan pun muncul dari para peserta kepada instruktor, dengan penjelasan Mba Ilas yang asyik dan diselingi dengan humor-humor segar, sehingga tercipta suasana menyenangkan dan enjoyable.

Adapun Kursus Boga II dilaksanakan di kediaman Ibu Arni, dan resep yang diuji coba adalah resep gulai sapi ala Ibu Sandra Dewi, dan kami pun para mahasiswi yang datang melihat juga Ibu Arni, wanit yang memiliki satu putra ini berdemo beberapa masakan Arab. Lain halnya dengan acara demo sebelumnya, acara ini dimulai lebih siang pada minggu yang sama pada tanggal 29 Juni.

Dalam kesempatan yang berbeda yaitu di sore hari tanggal 11 Juli 2009, kursus Tata Rias dasar diadakan. Para pesertanya tak hanya dari kalangan mahasiswi namun juga para Ibu yang berminat mengikuti pelatihan sehari tersebut. Ide dari kursus ini pada awalnya hanyalah usulan pengurus saja, dan dengan melihat permintaan yang cukup banyak, akhirnya kami pun mengadakannya.

Instruktur pada acara kursus ini adalah Ibu Cahya Istanto, yang ternyata sudah pernah mengikuti beberapa kali pelatihan khusus tentang tata rias tersebut. Dari pengalaman beliau ini pulalah menginspirasi dan memantapkan pilihan kami untuk menjadi pembimbing kursus tersebut. Pada awal pelatihan beliau memutar sebuah CD tata cara perawatan kecantikan kulit (wajah) yang kemudian diteruskan uraian beliau tentang urgensi perawatan kulit. Tak lama beliau pun mempraktekkan beberapa jenis riasan yaitu tata rias sehari-hari yang terlihat simple, tata rias malam dan yang terakhir adalah tata rias panggung untuk acara-acara penampilan dan semacamnya.

Ada hal yang penting dan menarik beliau sampaikan bahwasanya perawatan wajah dan kulit yang baik dan benar akan menghindarkan dari penuaan dini, yang menjadi momok para wanita masa kini, tentunya diperlukan ketelatenan dan tentunya dana khusus untuk perawatan tersebut yang tak mesti mahal. Perawatan tersebut akan lebih baik dimulai dari usia muda, seperti masa remaja atau paling tidak pada masa adolescence kisaran umur 20an agar tak menyesal di hari tua nanti. Meskipun begitu, perawatan fisik pun harus diimbangi dengan kebiasaan hidup yang baik dan sehat seperti asupan makanan dan olahraga yang cukup. Namun kecantikan pun akan semakin sempurna bila disertai dengan perawatan ruhaninya agar kecantikan yang ada dan dianugerahkan menjadi berkah dan bukan menjadi fitnah. Karena apalah arti wajah cantik namun hati tak cantik? Atau bisa diartikan apalah arti wajah tampan namun hatinya tak tampan? . Wallahu alam bis sowab.(osea_oase)

One Response to ““Menu Summer” Ala Departemen Keputrian PPMI”

  1. bagus bgt yah kegiatannya.salam kenal dr ummu salwa tuk mahasiswi d pakistan.

Leave a Reply