Oleh : M. Ihsanuddin*
Kesatuan persepsi, semangat kebersamaan dan kecintaan pada bangsa dan tanah air Indonesia, sebagai landasan memunculkan inisiasi untuk membangun Indonesia yang lebih maju, demokratis, bermartabat dan berkeadilan, serta memiliki bargaining power di tingkat internasional. Dari sinilah pentingnya peran kaum ilmuwan dan intelektual muda Indonesia, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka sebagai pihak pendorong dan penentu masa depan bangsa, dituntut untuk bisa mempersiapkan misi dan strategi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan dunia pada tahun 2020 dengan semangat kolaboratif berfikir bersama untuk Indonesia. Atas dasar inilah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dan Aliansi PPI Luar Negeri atau Overseas Indonesian Student Association Alliance (OISAA) menggelar Simposium Internasional (SI PPI 2009).
SI PPI 2009 yang bertemakan “Visi dan Misi Intelektual Indonesia di Luar Negeri: Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020” telah diselenggarakan di Gedung Museon, Denhaag, Belanda, 3-5 Juli 2009 lalu, dihadiri oleh beberapa pejabat & ilmuwan baik dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya Jusuf Effendi Habibie (Dubes LBBP RI untuk Belanda), Dr. Ramon Mohandas (Atdik KBRI Belanda), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D (Dirjen Dikti), Anis Baswedan, Ph.D (Rektor Universitas Paramadina), Prof. Yohanes Surya, Ph.D (Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Dr. Nasir Tamara (Dosen Universitas Nasional Singapura), Ir. Agusman Effendi (Anggota Dewan Energi Nasional RI), Prof. Dr. H. Achmad Satori Ismail (Guru Besar UIN Jakarta), Prof. Dr. Endang Sukara (Peneliti LIPI), Dr. Eng. Khairul Anwar (Asisten Prof. Institut Ilmu Pengetahuan & Teknologi Jepang), dan lainnya. Sedangkan dari pihak PPI sekitar 20 perwakilan PPI se-dunia yang hadir, diantarnya PPI Belanda, Perancis, Jerman, Swedia, Swiss, Austria, Spanyol, Rusia, Kanada, Mesir, Yaman, Syiria, Pakistan, India, Taiwan, Singapura, Malaysia dan Australia. Selain itu dari Indonesia, juga datang Ketua KNPI Dolli Kurniawan, PB HMI Arif Mushtofa, perwakilan Universitas Trisakti, UI dan ITB. Namun sangat disayangkan, beberapa pembicara dari Jubir Presiden Hubungan Luar Negeri Dino Pati Jalal, Menristek, Mendiknas, & Menpora, serta Duta Besar RI di beberapa Negara berhalangan hadir, dikarenakan situasi dan kondisi tidak mengizinkan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono melalui Teleconference. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa PPI diharapkan mampu membangun budaya unggul, adaptif, inovatif, dan culture of service (budaya pengabdian), serta memikirkan bagaimana mengarungi abad 21 ini dengan memberikan kontribusi demi kemajuan dan kemandirian bangsa. Beliau juga mengharapkan hasil simposium internasional tersebut bisa direkomendasikan untuk kepemimpinan RI mendatang (2009-2014), terutama dalam komisi Ekonomi, Energi, Sains & Teknologi, Hukum & Pemerintahan. Diharapkan Indonesia ke depan, bisa menjadi basis ketahanan pangan dan energi, memiliki daya saing bisnis, peningkatan pasar domestik, pertumbuhan eksportasi, kekuatan teknologi pendidikan dan IT, sehingga mampu membentuk bangsa yang mandiri dan memiliki daya saing internasional. Beliau juga menyambut baik pembentukan I4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional) untuk mendorong kemajuan bangsa Indonesia.
Di lain pihak, Bapak Duta Besar LBBP RI untuk Belanda, Bapak Jusuf Effendi Habibie dalam sambutannya menyambut baik misi kegiatan tersebut, yaitu gagasan kolaborasi para pelajar dan pemuda Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk bersama-sama mencoba memberikan sumbangsih terbaik untuk memecahkan beragam permasalahan bangsa dan menumbuhkembangkan antusiasme dan semangat mereka untuk terus berkarya demi bangsa dan negara. Peran pemuda dan pelajar Indonesia sebagai ujung tombak kemajuan bangsa dan memiliki tanggung jawab moral yang tinggi dalam kemajuan bangsa, diharapkan bangga menjadi bangsa yang memiliki intelektualitas dan moralitas yang tinggi. Sedangkan ketua Panitia SI PPI 2009, Achmad Aditya mengatakan kegiatan ini hanya bermodalkan mimpi, semangat dan harapan, dengan dukungan sekitar + 32 PPI dengan persiapan 3 bulan melalui rapat online mingguan via Yahoo Masenger acara ini bisa terealisasikan demi memberikan kontribusi positif untuk kemajuan bangsa ke depan.
Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari mulai pagi tanggal 3 juli 2009 dan diakhiri malam tanggal 5 juli 2009. Tempat berlangsungnya SI PPI 2009 berbeda-beda antara tempat penginapan, pembukaan, sidang komisi dan sidang pleno serta penutupan, mengingat biaya sewa gedung yang sangat mahal dan adanya fasilitas dari KBRI Belanda yang perlu dimanfaatkan. Penginapan peserta di Asrama SIN (Sekolah Indonesia Nederland), pembukaan dan penutupan di gedung Museon, sedangkan untuk sidang komisi pada hari kedua di Gedung SIN. Pada hari pertama, kegiatan tersebut diisi dengan Pembukaan dan beberapa sambutan, dilanjutkan dengan bincang-bincang “Pesta Demokrasi di Indonesia” bersama Anis Baswedan dan Nasir Tamara, kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Panel I yang bertemakan“ Pemanfaatan SDA Indonesia dalam konteks kerjasama dengan pihak asing, strategi kerjasama yang berimbang dan berkelanjutan. Selanjutnya Diskusi Panel II dengan mengangkat tema “Regenerasi Ilmuwan Muda dan Brain Gain Pemuda Indonesia”. Sedangkan hari kedua, sidang tiap komisi yang berlangsung di gedung SIN dengan tema-tema yang telah ditentukan oleh ketua dan anggota tiap komisi, disertai dengan para pembicara dan ilmuwan yang ahli di bidangnya masing-masing. Pada hari ketiga berlangsung sidang pleno dan presentasi hasil rekomendasi tiap komisi, deklarasi I4 dan pembentukan tim formaturnya, pembahasan OISAA dan pemilihan koordinatornya, dilanjutkan dengan penutupan & perpisahan.
Untuk out put yang dihasilkan sebagaimana yang tela ditargetkan dengan diadakannya SI PPI ini, diantaranya, pertama; Menghasilkan draft rekomendasi dari 6 komisi yang ada - Ekonomi, Sosial Kemasyarakatan, Hukum, Politik & Pemerintahan, Sains & Teknologi, Kebumian, Energi & Lingkungan, serta Kepemudaan & Kepelajaran. Kedua; Terbentuknya Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional ( I4) dan membentuk tim formaturnya yang berjumlah dengan 3 komposisi; pertama; perwakilan ilmuwan baik dalam negeri maupun luar negeri 4 orang (Anis Baswedan, Ph.D, Prof. Yohanes Surya, Ph.D, Dr. Nasir Tamara, Ir. Agusman Effendi, Dr. Eng. Khairul Anwar (Asisten Prof. Institut Ilmu Pengetahuan & Teknologi Jepang), kedua; perwakilan PPI dari 5 benua, Eropa - Achmad Aditya (PPI Belanda), Amerika - Fariduddin Afthar Rifa’i (PPI Kanada), Afrika - Heri Nuryahdin (PPI Mesir), Asia - Irfan Syauqi Beik (PPI Malaysia) dan Australia - Ahmad Khairul Umam (PPI Australia). Ketiga; perwakilan pemuda Indonesia 2 orang; Ketua KNPI – Dolli Kurniawan dan Ketua PB HMI – Arif Musthofa. out put ketiga; Membentuk database Intelektual dan Ilmuwan muda Indonesia di seluruh dunia untuk kemudian dapat bekerjasama dengan pemerintah Indonesia memberikan konstribusi nyata memecahkan problematika bangsa Indonesia. Point ketiga ini dalam merealisasikannya dikoordinir oleh koordinator OISAA periode 2009-2010 bekerjasama dengan seluruh PPI se-dunia, termasuk PPMI Pakistan. Keempat; merevitalisasikan dan mereposisikan kembali fungsi OISAA (Aliansi PPI se-dunia), tidak hanya sebagai entitas organisasi yang mewadahi komunitas pelajar Indonesia di luar negeri dan mensinergikan langkah antar PPI untuk saling menjalin silaturahmi dan komunikasi, tapi lebih diberdayakan sebagai wahana transfer pengetahuan yang akan memperluas cakrawala berpikir bangsa agar lebih dinamis dan terbuka demi optimalisasi fungsi, peran, dan penguatan wawasan kebangsaan di komunitas PPI supaya tidak tercerabut dari akar sosial kebangsaan dan terasing oleh arus perubahan sosial yang mengitari negaranya. Untuk itu perlu pendanaan yang memadai untuk eksistensi tiap-tiap PPI baik dari pihak KBRI maupun pihak DIKNAS & DEPAG. Kelima; membentuk koordinator OISAA periode 2009-2010, dan yang terpilih adalah PPI Rusia (PERMIRA) sekaligus menjadi tuan rumah pertemuan OISAA tahun 2010.
SI PPI ini tidak berhenti begitu saja pasca pelaksanaannya, tapi terus me-follow up out put yang telah didapatkannya, diantara rencana jangka pendek yaitu Mengadakan konferensi pertama I4 di Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2009 dan Sosialisasi hasil rekomendasi dari tiap komisi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan DPR melalui komisi terkait.
Dalam hal tersebut, kami atas nama PPMI Pakistan akan selalu dan tetap ikut berpartisipasi aktif dalam segala program yang telah direncanakan oleh OISAA dan ikut proaktif dalam mengawal perjalanan I4 ke depan, dengan sebisa mungkin memberikan kontribusi ide dan pemikiran adaptif, inovatif dan aplikatif demi kemajuan, kemandirian, dan kejayaan bangsa di masa yang akan datang.
* Ketua Umum PPMI Pakistan periode 2008-2009 & Delegasi PPMI Pakistan dalam SI PPI 2009 di Den Haag, 3-5 Juli 2009.