<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ppmipakistan.or.id</link>
	<description>PPMI Islamabad, Pakistan.</description>
	<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 04:52:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Peresmian Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) dan tukar pikiran antara pengusaha-pemerintah-ilmuwan</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=299</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=299#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 04:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Oleh ; Hendri Tanjung 
Pukulan gong 3 kali oleh menteri pendidikan nasional hari ini, sabtu, 24 Oktober 2009 itu menandakan resminya berdiri Ikatan Ilmuwan Indonesia-Internasional (I-4). Sebelumnya, dalam sambutannya, Menteri mengatakan akan mendukung penuh I-4 ini. Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan makan siang dan pemaparan tentang “Visi Indonesia 2030” oleh Bapak Dr. Ishadi SK.
Setelah acara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh ; Hendri Tanjung </p>
<p>Pukulan gong 3 kali oleh menteri pendidikan nasional hari ini, sabtu, 24 Oktober 2009 itu menandakan resminya berdiri Ikatan Ilmuwan Indonesia-Internasional (I-4). Sebelumnya, dalam sambutannya, Menteri mengatakan akan mendukung penuh I-4 ini. Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan makan siang dan pemaparan tentang “Visi Indonesia 2030” oleh Bapak Dr. Ishadi SK.</p>
<p>Setelah acara, diadakan rapat singkat pengurus I-4, yang akan mengagendakan pertemuan pada bulan Juli 2010 dengan bentuk Internasional Conference, memanggil te</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=299</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan I-4 ; Brainstorming para Ilmuwan.</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=295</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=295#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 04:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Oleh ;  Hendri Tanjung.
Setelah makan siang itu, dimulailah rangkaian acara workshop Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4). Pada hari pertama ini, agendanya adalah Brainstorming mau apa I-4 ini. Dr. Khoirul Anwar memulai dengan menjelaskan dasar pembentukan I-4. Katanya, kemerdekaan Indonesia juga berawal dari pemikiran orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri. Oleh karena itu, I-4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh ;  Hendri Tanjung.</p>
<p>Setelah makan siang itu, dimulailah rangkaian acara workshop Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4). Pada hari pertama ini, agendanya adalah Brainstorming mau apa I-4 ini. Dr. Khoirul Anwar memulai dengan menjelaskan dasar pembentukan I-4. Katanya, kemerdekaan Indonesia juga berawal dari pemikiran orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri. Oleh karena itu, I-4 dibentuk untuk mempersatukan potensi bangsa. I-4 ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi terhadap percepatan penguasaan bangsa kepada ilmu pengetahuan, sains dan teknologi, serta untuk meningkatkan sinergi pemanfaatan dan pengamalannya dalam pemban</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=295</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan I-4 ; Indonesia Memanggil bag 1.</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=290</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=290#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 18:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Oleh ; Hendri Tanjung.
Orang Jepang itu, kalau kita bilang “ Saya telah menolong kamu” , maka kita tidak dipandang. Jika kita sebut perkataan itu sampai dua kali, maka Orang Jepang akan bilang “ You are zero”. Begitulah Prof. Ken Soetanto menceritakan bagaimana budaya orang Jepang yang sangat berbeda dengan orang Amerika. Orang Amerika, kalau menolong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh ; Hendri Tanjung.</p>
<p>Orang Jepang itu, kalau kita bilang “ Saya telah menolong kamu” , maka kita tidak dipandang. Jika kita sebut perkataan itu sampai dua kali, maka Orang Jepang akan bilang “ You are zero”. Begitulah Prof. Ken Soetanto menceritakan bagaimana budaya orang Jepang yang sangat berbeda dengan orang Amerika. Orang Amerika, kalau menolong seseorang, maka biasa saja menyebut “ Saya telah menolong Anda”. Sebenarnya, Islam telah lama menggariskan dalam sebuah haditsnya, “ Kalau tangan kanan bersedekah, hendaklah tangan kiri tidak mengetahuinya”. Saya pikir hal ini meru</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=290</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa RI di Pakistan Mengungsi Trauma Insiden Penembakan dan Pengeboman di Kampus</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=287</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=287#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 06:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[[ Minggu, 25 Oktober 2009 ]
Ratusan Mahasiswa RI di Pakistan Mengungsi
Trauma Insiden Penembakan dan Pengeboman di Kampus
JAKARTA - Ratusan mahasiswa Indonesia di Pakistan sekarang ketakutan. Sebab, penembakan dan pengeboman terjadi setiap hari. Target serangan kaum militan Taliban juga semakin acak. Salah satunya Universitas Islam Internasional Islamabad yang dibom Selasa lalu. Delapan tewas dan 19 terluka.
&#8220;Kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[ Minggu, 25 Oktober 2009 ]<br />
Ratusan Mahasiswa RI di Pakistan Mengungsi<br />
Trauma Insiden Penembakan dan Pengeboman di Kampus</p>
<p>JAKARTA - Ratusan mahasiswa Indonesia di Pakistan sekarang ketakutan. Sebab, penembakan dan pengeboman terjadi setiap hari. Target serangan kaum militan Taliban juga semakin acak. Salah satunya Universitas Islam Internasional Islamabad yang dibom Selasa lalu. Delapan tewas dan 19 terluka.</p>
<p>&#8220;Kami masih trauma dengan kejadian itu. Sekarang semuanya mengungsi di kedutaan dan rumah-rumah staf kedutaan di sini,&#8221; kata Muladi Mughni, salah seorang mahasiswa Universitas Islam Internasional Islamabad, saat dihubungi Jawa Pos melalui sambungan internasional tadi malam. Selisih waktu Pakistan dengan Jakarta dua jam lebih lambat.<span id="more-287"></span></p>
<p>Menurut Muladi, sekitar 18 ribu mahasiswa belajar di universitas tersebut. Dua ribu di antaranya dari luar Pakistan, terutama dari Republik Rakyat Tiongkok. Sebagian besar mahasiswa mempelajari manajemen atau ilmu komputer. &#8220;Semua institusi pendidikan ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut oleh Kementerian Dalam Negeri Pakistan,&#8221; kata mahasiswa pascasarjana jurusan Shariah And Law itu.</p>
<p>Muladi menjelaskan, semua warga Indonesia dan mahasiswa di Pakistan bersembunyi di lokasi yang disediakan Kedubes RI di Pakistan. &#8220;Suasananya sangat tegang. Anda harus ke sini langsung untuk bisa menggambarkannya dengan detail. Susah sekali dijelaskan lewat telepon,&#8221; katanya saat ditanya tentang kondisi terkini Pakistan.</p>
<p>Aktivis PPMI di Pakistan itu menjelaskan, penembakan terjadi hampir setiap hari. &#8220;Baru saja ada berita penembakan seorang brigadir jenderal di jalanan. Juga ada serangan menggunakan bom motor,&#8221; katanya.</p>
<p>Target para militan Taliban juga semakin susah diprediksi. &#8220;Dulu kita mengira universitas aman, masjid aman. Sekarang kita khawatir ke mana-mana,&#8221; katanya. Soal makanan, mereka disuplai bahan pokok oleh staf kedutaan. &#8220;Saat ini saya dan keluarga mengungsi di rumah atase pertahanan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saat pengeboman Selasa lalu (20/10), banyak mahasiswa Indonesia yang menjadi saksi mata di sekitar lokasi. &#8220;Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami justru membantu mengevakuasi korban ke ambulans dan membawa mereka ke rumah sakit,&#8221; katanya.</p>
<p>Suasana Pakistan, menurut Muladi, akan semakin mencekam dalam beberapa pekan mendatang. Itu setelah militer Pakistan kian gencar melakukan operasi anti-Taliban dan Al Qaidah di Waziristan Selatan.</p>
<p>Apakah tidak ada kebijakan evakuasi keluar Pakistan? Menurut aktivis PC NU Pakistan itu, pihak kedutaan belum memutuskan. &#8220;Belum ada kebijakan itu. Tapi, setahu saya, warga Tiongkok sudah dievakuasi secara bertahap,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pakistan telah memerintahkan militer melancarkan operasi di Waziristan Selatan. Militer Pakistan menganggap Waziristan Selatan sebagai episenter terorisme. Karena aksi militer itu, hampir setiap kota di Pakistan sekarang bergolak oleh serangan-serangan sporadis yang dilakukan para militan.</p>
<p>Dari wilayah Waziristan Selatan, kelompok-kelompok bersenjata yang bergabung sebagai Tehrik-e-Taliban atau Gerakan Taliban Pakistan telah melancarkan serangan ke seantero Pakistan barat laut dan bagian timur Afghanistan. Waziristan Selatan merupakan bagian dari area kesukuan yang diperintah secara federal (FATA), yaitu wilayah semiotonom. Pemerintah pusat hanya memiliki kontrol terbatas. Sistem kesukuan secara tradisional menyediakan stabilitas di wilayah tersebut. (rdl/iro)</p>
<p>http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&#038;nid=97040<img src="http://www.ppmipakistan.or.id/wp-content/uploads/2009/10/8426_171239689112_535104112_2566154_3251122_n.jpg" alt="IIU Male Campus, Room of Professor Sharia and Law. Dr Ziaul-Haq" title="IIU Male Campus, Room of Professor Sharia and Law. Dr Ziaul-Haq" width="604" height="322" class="alignright size-full wp-image-286" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=287</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesian students evacuated from bombed Pakistani University</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=283</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=283#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 06:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) - All Indonesian students at the International Islamic University (IIU) in Islamabad, Pakistan, where two suicide bomb blasts happened on Tuesday (Oct 20), are reported safe and to have been evacuated from their campus.
Muladi Mughni, an Indonesian student who is studying at the IIU, in an email message to Antara on Wednesday, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) - All Indonesian students at the International Islamic University (IIU) in Islamabad, Pakistan, where two suicide bomb blasts happened on Tuesday (Oct 20), are reported safe and to have been evacuated from their campus.</p>
<p>Muladi Mughni, an Indonesian student who is studying at the IIU, in an email message to Antara on Wednesday, said the evacuation of the Indonesian students was conducted several hours after the bomb blast.<span id="more-283"></span></p>
<p>For the time being, most of the Indonesian students were sheltered at the guesthouse of the Indonesian embassy, and the rest in the houses of the embassy`s home and local staff.</p>
<p>The two suicidal bombs which tore off part of the university building were reported to have killed two people and injured 23 others.</p>
<p>The first blast happened at 15:20 at the cafe of the women`s campus, but after two minutes the second blast hit the men`s Syariah and law faculty building which was 200 meters from the first blast.</p>
<p>Najib, an eyewitness from Indonesia who happened to pass the location, said he saw the blast damaging the women`s cafe. &#8220;At the time, I was riding on my motorcycle to I-Ten Markaz market for shopping. As I passed the location, I saw and heard a bomb blast and, immediately after, bodies lying on the cafe`s floor.&#8221;</p>
<p>The victims were immediately rushed to hospital by taxis and cars passing the location of the incident. Ambulance and police cars arrived there after ten minutes later.</p>
<p>The bomb attacks marked the first time extremists in Pakistan had targeted an academic establishment. So far they had only attacked police and military objects.</p>
<p>The IIU has at least 12,000 local and foreign students, 50 of whom are Indonesians. (*)</p>
<p>http://www.antara.co.id/en/news/1256132254/indonesian-students-evacuated-from-bombed-pakistani-university<div id="attachment_284" class="wp-caption alignright" style="width: 614px"><img src="http://www.ppmipakistan.or.id/wp-content/uploads/2009/10/8426_171247119112_535104112_2566200_1158244_n.jpg" alt="IIU Females Cafetaria" title="8426_171247119112_535104112_2566200_1158244_n" width="604" height="322" class="size-full wp-image-284" /><p class="wp-caption-text">IIU Females Cafetaria</p></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=283</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PEMBERITAHUAN TTG IURAN WAJIB ANGGOTA PPMI 2009-2010.</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=280</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=280#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 06:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum, Wr, Wb,
Diberitahukan kepada segenap Warga PPMI Pakistan, agar segera membayar Iuran Wajib Bulanan, dengan rincian sbb:
Perkepala, 1 Bulan @Rs.20 per bulan. dengan diberikan diskon khusus potongan Rs.40 bagi yg ingin membayar 1 tahun penuh,atau 12 bulan (hitungan menurut jangka masa bhakti kepengurusan), jadi 1 tahun sebesar Rs.200 (12 bulan x Rs.20= Rs.240, dengan potongan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr, Wb,</p>
<p>Diberitahukan kepada segenap Warga PPMI Pakistan, agar segera membayar Iuran Wajib Bulanan, dengan rincian sbb:<br />
Perkepala, 1 Bulan @Rs.20 per bulan. dengan diberikan diskon khusus potongan Rs.40 bagi yg ingin membayar 1 tahun penuh,atau 12 bulan (hitungan menurut jangka masa bhakti kepengurusan), jadi 1 tahun sebesar Rs.200 (12 bulan x Rs.20= Rs.240, dengan potongan diskon menjadi, Rs.240 - Rs40= Rs.200).<br />
Kenaikan iuran yg mencapai 100% adalah kebijakan pengurus, dan Ketum, dengan pelbagai pertimbangan.<br />
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.</p>
<p>Wassalamualaikum, Wr, Wb,</p>
<p>Ttd,<br />
Bendahara Umum PPMI 2009-2010</p>
<p>Ahmad Nabiel AFIR.<img src="http://www.ppmipakistan.or.id/wp-content/uploads/2009/10/7630_1223722226728_1039147512_30678028_584200_n1.jpg" alt="Bendahara PPMI 2009-2010" title="Bendahara PPMI 2009-2010" width="231" height="360" class="alignright size-full wp-image-281" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=280</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemberitahuan Kegiaatan Idul Fitri 1430-H 2009-M.</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=273</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=273#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 09:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Nomor : 016/Masjid-KBRI/ ISL/IX/2009.
Perihal : Pemberitahuan Kegiaatan Idul Fitri 1430-H 2009-M.
Kepada
Yth. SEGENAP MASYARAKAT INDONESIA
di
Islamabad.
Assalamualaikum Wr.Wb.
Dalam rangka merayakan Idul Fitri 1430-H/2009- M di KBRI Islamabad, bersama ini dengan hormat disampaikan pemberitahuan sebagai berikut :
1. Malam Takbiran
2009 (disesuaikan Pengumuman Pemerintah Pakistan)
Hari, tanggal Minggu, 20 September
Waktu Pukul 20.00 s/d selesai.
Tempat:Aula, budaya Nusantara
2. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1430-H.
Hari, tanggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nomor : 016/Masjid-KBRI/ ISL/IX/2009.<br />
Perihal : Pemberitahuan Kegiaatan Idul Fitri 1430-H 2009-M.</p>
<p>Kepada<br />
Yth. SEGENAP MASYARAKAT INDONESIA<br />
di<br />
Islamabad.</p>
<p>Assalamualaikum Wr.Wb.</p>
<p>Dalam rangka merayakan Idul Fitri 1430-H/2009- M di KBRI Islamabad, bersama ini dengan hormat disampaikan pemberitahuan sebagai berikut :</p>
<p>1. Malam Takbiran<br />
2009 (disesuaikan Pengumuman Pemerintah Pakistan)<br />
Hari, tanggal Minggu, 20 September<br />
Waktu Pukul 20.00 s/d selesai.<br />
Tempat:Aula, budaya Nusantara<span id="more-273"></span></p>
<p>2. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1430-H.<br />
Hari, tanggal Senin, 21 September 2009 (disesuaikan Pengumuman Pemerintah Pakistan)<br />
Waktu Sholat : Pukul 07.30 s/d selesai.<br />
Tempat Halaman Depan Aula Budaya Nusantara (Lapangan Basket) KBRI Islamabad.<br />
Imam Ustad Mansur Taswin.<br />
Khatib Ustad Muladi Mughni, Lc.<br />
Bilal Ustad Firman Arifandi.</p>
<p>3. Ramah Tamah setelah Sholat led<br />
Untuk mengisi acara ramah tamah setelah sholat Ied, seperti tahun-tahun sebelumnya makanan kecil/ringan berupa kue-kue/snack disediakan secara sukarela oleh setiap keluarga untuk dihidangkan dan dinikmati bersama.</p>
<p>Demikian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.</p>
<p>Wassalamualaikum Wr.Wb.</p>
<p>Islamabad, 18 September 2009.<br />
PENGURUS MASJID KBRI<br />
KETUA,</p>
<p>IRWANSYAH<br />
KOLONEL/NRP. 30412</p>
<p>Tembusan :<br />
1. Yth. Duta Besar LBBP RI (sebagai laporan ).<br />
2. Yth. Kepala Kanselerai KBRI Islamabad.<br />
3. Pertinggal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=273</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>“Menu Summer” Ala Departemen Keputrian PPMI</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=271</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=271#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 10:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah hembusan debu Pakistan dan hawa panas bin lembabnya  Islamabad, masih menyisakan keceriaan dan keantusiasan para anggota PPMI putri. Seperti biasa agenda aktifitas tentunya berdatangan pula dari berbagai forum saat liburan summer ini karenanya tak heran kegiatan padat menghiasi hari-hari di musim tersebut. Maka Departemen Keputrian pun berusaha untuk memeriahkan liburan tersebut dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah hembusan debu Pakistan dan hawa panas bin lembabnya  Islamabad, masih menyisakan keceriaan dan keantusiasan para anggota PPMI putri. Seperti biasa agenda aktifitas tentunya berdatangan pula dari berbagai forum saat liburan summer ini karenanya tak heran kegiatan padat menghiasi hari-hari di musim tersebut. Maka Departemen Keputrian pun berusaha untuk memeriahkan liburan tersebut dengan beberapa acara.<br />
<span id="more-271"></span><br />
Pada Rabu pagi pukul 10, tepatnya pada tanggal 24 Juni 2009 yang lalu Kursus Boga I, yang dibimbing oleh Ibu Lasnidar Azhar, dengan tema makanan khas Pakistan yang menggoda selera. Departemen kami memberikan kesempatan teman-teman putri untuk memilih menu-menu yang diinginkan. Dan akhirnya diputuskan bahwa dalam demo tersebut masakan yang dipilih adalah nasi biryani, ayam tikka (chicken tikka) dan juga kofta alias baso khas Pakistan. Kesemangatan para anggota jelas tertangkap mata dan telinga, karena saat praktek pertanyaan-pertanyaan pun muncul dari para peserta kepada instruktor, dengan penjelasan Mba Ilas yang asyik dan diselingi dengan humor-humor segar, sehingga tercipta suasana menyenangkan dan enjoyable.</p>
<p>Adapun Kursus Boga II dilaksanakan di kediaman Ibu Arni, dan resep yang diuji coba adalah resep gulai sapi ala Ibu Sandra Dewi, dan kami pun para mahasiswi yang datang melihat juga Ibu Arni, wanit yang memiliki satu putra ini berdemo beberapa masakan Arab. Lain halnya dengan acara demo sebelumnya, acara ini dimulai lebih siang pada minggu yang sama pada tanggal 29 Juni.</p>
<p>Dalam kesempatan yang berbeda yaitu di sore hari tanggal 11 Juli 2009, kursus Tata Rias dasar diadakan. Para pesertanya tak hanya dari kalangan mahasiswi namun juga para Ibu yang berminat mengikuti pelatihan sehari tersebut. Ide dari kursus ini pada awalnya hanyalah usulan pengurus saja, dan dengan melihat permintaan yang cukup banyak, akhirnya kami pun mengadakannya. </p>
<p>Instruktur pada acara kursus ini adalah Ibu Cahya Istanto, yang ternyata sudah pernah mengikuti beberapa kali pelatihan khusus tentang tata rias tersebut. Dari pengalaman beliau ini pulalah menginspirasi dan memantapkan pilihan kami untuk menjadi pembimbing kursus tersebut.  Pada awal pelatihan beliau memutar sebuah CD tata cara  perawatan kecantikan kulit (wajah) yang kemudian diteruskan uraian beliau tentang urgensi perawatan kulit. Tak lama beliau pun mempraktekkan beberapa jenis riasan yaitu tata rias sehari-hari yang terlihat simple, tata rias malam  dan yang terakhir adalah tata rias panggung untuk acara-acara penampilan dan semacamnya. </p>
<p>Ada hal yang penting dan menarik beliau sampaikan bahwasanya perawatan wajah dan kulit yang baik dan benar akan menghindarkan dari penuaan dini, yang menjadi momok para wanita masa kini, tentunya diperlukan ketelatenan dan tentunya dana khusus untuk perawatan tersebut yang tak mesti mahal. Perawatan tersebut akan lebih baik dimulai dari usia muda, seperti masa remaja atau paling tidak pada masa adolescence kisaran umur 20an agar tak menyesal di hari tua nanti. Meskipun begitu, perawatan fisik pun harus diimbangi dengan kebiasaan hidup yang baik dan sehat seperti asupan makanan dan olahraga yang cukup. Namun kecantikan pun akan semakin sempurna bila disertai dengan perawatan ruhaninya agar kecantikan yang ada dan dianugerahkan menjadi berkah dan bukan menjadi fitnah. Karena apalah arti wajah cantik namun hati tak cantik? Atau bisa diartikan apalah arti wajah tampan namun hatinya tak tampan? . Wallahu alam bis sowab.(osea_oase)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=271</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Simposium Internasional PPI-Dunia 2009 &#8220;Tonggak Awal Kebangkitan Generasi Bangsa untuk menyongsong Indonesia 2020&#8243;</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=269</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=269#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 05:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : M. Ihsanuddin*
Kesatuan persepsi, semangat kebersamaan dan kecintaan pada bangsa dan tanah air Indonesia, sebagai landasan memunculkan inisiasi untuk membangun Indonesia yang lebih maju, demokratis, bermartabat dan berkeadilan, serta memiliki bargaining power di tingkat internasional. Dari sinilah pentingnya peran kaum ilmuwan dan intelektual muda Indonesia, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : M. Ihsanuddin*</p>
<p>Kesatuan persepsi, semangat kebersamaan dan kecintaan pada bangsa dan tanah air Indonesia, sebagai landasan memunculkan inisiasi untuk membangun Indonesia yang lebih maju, demokratis, bermartabat dan berkeadilan, serta memiliki bargaining power di tingkat internasional. Dari sinilah pentingnya peran kaum ilmuwan dan intelektual muda Indonesia, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka sebagai pihak pendorong dan penentu masa depan bangsa, dituntut untuk bisa mempersiapkan misi dan strategi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan dunia pada tahun 2020 dengan semangat kolaboratif berfikir bersama untuk Indonesia. Atas dasar inilah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dan Aliansi PPI Luar Negeri atau Overseas Indonesian Student Association Alliance (OISAA) menggelar Simposium Internasional (SI PPI 2009).<span id="more-269"></span></p>
<p>SI PPI 2009 yang bertemakan “Visi dan Misi Intelektual Indonesia di Luar Negeri: Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020” telah diselenggarakan di Gedung Museon, Denhaag, Belanda, 3-5 Juli 2009 lalu, dihadiri oleh beberapa pejabat &#038; ilmuwan baik dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya Jusuf Effendi Habibie (Dubes LBBP RI untuk Belanda), Dr. Ramon Mohandas (Atdik KBRI Belanda), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D (Dirjen Dikti), Anis Baswedan, Ph.D (Rektor Universitas Paramadina), Prof. Yohanes Surya, Ph.D (Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Dr. Nasir Tamara (Dosen Universitas Nasional Singapura), Ir. Agusman Effendi (Anggota Dewan Energi Nasional RI), Prof. Dr. H. Achmad Satori Ismail (Guru Besar UIN Jakarta), Prof. Dr. Endang Sukara (Peneliti LIPI), Dr. Eng. Khairul Anwar (Asisten Prof. Institut Ilmu Pengetahuan &#038; Teknologi Jepang), dan lainnya. Sedangkan dari pihak PPI sekitar 20 perwakilan PPI se-dunia yang hadir, diantarnya PPI Belanda, Perancis, Jerman, Swedia, Swiss, Austria, Spanyol, Rusia, Kanada, Mesir, Yaman, Syiria, Pakistan, India, Taiwan, Singapura, Malaysia dan Australia. Selain itu dari Indonesia, juga datang Ketua KNPI Dolli Kurniawan, PB HMI Arif Mushtofa, perwakilan Universitas Trisakti, UI dan ITB. Namun sangat disayangkan, beberapa pembicara dari Jubir Presiden Hubungan Luar Negeri Dino Pati Jalal, Menristek, Mendiknas, &#038; Menpora, serta Duta Besar RI di beberapa Negara berhalangan hadir, dikarenakan situasi dan kondisi tidak mengizinkan.</p>
<p>Kegiatan tersebut dibuka oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono melalui Teleconference. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa PPI diharapkan mampu membangun budaya unggul, adaptif, inovatif, dan culture of service (budaya pengabdian), serta memikirkan bagaimana mengarungi abad 21 ini dengan memberikan kontribusi demi kemajuan dan kemandirian bangsa. Beliau juga mengharapkan hasil simposium internasional tersebut bisa direkomendasikan untuk kepemimpinan RI mendatang (2009-2014), terutama dalam komisi Ekonomi, Energi, Sains &#038; Teknologi, Hukum &#038; Pemerintahan. Diharapkan Indonesia ke depan, bisa menjadi basis ketahanan pangan dan energi, memiliki daya saing bisnis, peningkatan pasar domestik, pertumbuhan eksportasi, kekuatan teknologi pendidikan dan IT, sehingga mampu membentuk bangsa yang mandiri dan memiliki daya saing internasional. Beliau juga menyambut baik pembentukan I4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional) untuk mendorong kemajuan bangsa Indonesia.</p>
<p>Di lain pihak, Bapak Duta Besar LBBP RI untuk Belanda, Bapak Jusuf Effendi Habibie dalam sambutannya menyambut baik misi kegiatan tersebut, yaitu gagasan kolaborasi para pelajar dan pemuda Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk bersama-sama mencoba memberikan sumbangsih terbaik untuk memecahkan beragam permasalahan bangsa dan menumbuhkembangkan antusiasme dan semangat mereka untuk terus berkarya demi bangsa dan negara. Peran pemuda dan pelajar Indonesia sebagai ujung tombak kemajuan bangsa dan memiliki tanggung jawab moral yang tinggi dalam kemajuan bangsa, diharapkan bangga menjadi bangsa yang memiliki intelektualitas dan moralitas yang tinggi. Sedangkan ketua Panitia SI PPI 2009, Achmad Aditya mengatakan kegiatan ini hanya bermodalkan mimpi, semangat dan harapan, dengan dukungan sekitar + 32 PPI dengan persiapan 3 bulan melalui rapat online mingguan via Yahoo Masenger acara ini bisa terealisasikan demi memberikan kontribusi positif untuk kemajuan bangsa ke depan. </p>
<p>Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari mulai pagi tanggal 3 juli 2009 dan diakhiri malam tanggal 5 juli 2009. Tempat berlangsungnya SI PPI 2009 berbeda-beda antara tempat penginapan, pembukaan, sidang komisi dan sidang pleno serta penutupan, mengingat biaya sewa gedung yang sangat mahal dan adanya fasilitas dari KBRI Belanda yang perlu dimanfaatkan. Penginapan peserta di Asrama SIN (Sekolah Indonesia Nederland), pembukaan dan penutupan di gedung Museon, sedangkan untuk sidang komisi pada hari kedua di Gedung SIN. Pada hari pertama, kegiatan tersebut diisi dengan Pembukaan dan beberapa sambutan, dilanjutkan dengan bincang-bincang “Pesta Demokrasi di Indonesia” bersama Anis Baswedan dan Nasir Tamara, kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Panel I yang bertemakan“ Pemanfaatan SDA Indonesia dalam konteks kerjasama dengan pihak asing, strategi kerjasama yang berimbang dan berkelanjutan. Selanjutnya Diskusi Panel II dengan mengangkat tema “Regenerasi Ilmuwan Muda dan Brain Gain Pemuda Indonesia”.  Sedangkan hari kedua, sidang tiap komisi yang berlangsung di gedung SIN dengan tema-tema yang telah ditentukan oleh ketua dan anggota tiap komisi, disertai dengan para pembicara dan ilmuwan yang ahli di bidangnya masing-masing. Pada hari ketiga berlangsung sidang pleno dan presentasi hasil rekomendasi tiap komisi, deklarasi I4 dan pembentukan tim formaturnya, pembahasan OISAA dan pemilihan koordinatornya, dilanjutkan dengan penutupan &#038; perpisahan.</p>
<p>Untuk out put yang dihasilkan sebagaimana yang tela ditargetkan dengan diadakannya SI PPI ini, diantaranya, pertama; Menghasilkan draft rekomendasi dari 6 komisi yang ada - Ekonomi, Sosial Kemasyarakatan, Hukum, Politik &#038; Pemerintahan, Sains &#038; Teknologi, Kebumian, Energi &#038; Lingkungan, serta Kepemudaan &#038; Kepelajaran. Kedua; Terbentuknya Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional ( I4) dan membentuk tim formaturnya yang berjumlah dengan 3 komposisi; pertama; perwakilan ilmuwan baik dalam negeri maupun luar negeri 4 orang (Anis Baswedan, Ph.D, Prof. Yohanes Surya, Ph.D, Dr. Nasir Tamara, Ir. Agusman Effendi, Dr. Eng. Khairul Anwar (Asisten Prof. Institut Ilmu Pengetahuan &#038; Teknologi Jepang), kedua; perwakilan PPI dari 5 benua, Eropa - Achmad Aditya (PPI Belanda), Amerika - Fariduddin Afthar Rifa’i (PPI Kanada), Afrika - Heri Nuryahdin (PPI Mesir), Asia - Irfan Syauqi Beik (PPI Malaysia) dan Australia - Ahmad Khairul Umam (PPI Australia). Ketiga;  perwakilan pemuda Indonesia 2 orang; Ketua KNPI – Dolli Kurniawan dan Ketua PB HMI – Arif Musthofa. out put ketiga; Membentuk database Intelektual dan Ilmuwan muda Indonesia di seluruh dunia untuk kemudian dapat bekerjasama dengan pemerintah Indonesia memberikan konstribusi nyata memecahkan problematika bangsa Indonesia. Point ketiga ini dalam merealisasikannya dikoordinir oleh koordinator OISAA periode 2009-2010 bekerjasama dengan seluruh PPI se-dunia, termasuk PPMI Pakistan. Keempat; merevitalisasikan dan mereposisikan kembali fungsi OISAA (Aliansi PPI se-dunia), tidak hanya sebagai entitas organisasi yang mewadahi komunitas pelajar Indonesia di luar negeri dan mensinergikan langkah antar PPI untuk saling menjalin silaturahmi dan komunikasi, tapi lebih diberdayakan sebagai wahana transfer pengetahuan yang akan memperluas cakrawala berpikir bangsa agar lebih dinamis dan terbuka demi optimalisasi fungsi, peran, dan penguatan wawasan kebangsaan di komunitas PPI supaya tidak tercerabut dari akar sosial kebangsaan dan terasing oleh arus perubahan sosial yang mengitari negaranya. Untuk itu perlu pendanaan yang memadai untuk eksistensi tiap-tiap PPI baik dari pihak KBRI maupun pihak DIKNAS &#038; DEPAG. Kelima; membentuk koordinator OISAA periode 2009-2010, dan yang terpilih adalah PPI Rusia (PERMIRA) sekaligus menjadi tuan rumah pertemuan OISAA tahun 2010.     </p>
<p>SI PPI ini tidak berhenti begitu saja pasca pelaksanaannya, tapi terus me-follow up out put yang telah didapatkannya, diantara rencana jangka pendek yaitu Mengadakan konferensi pertama I4 di Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2009 dan Sosialisasi hasil rekomendasi dari tiap komisi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan DPR melalui komisi terkait.     </p>
<p>Dalam hal tersebut, kami atas nama PPMI Pakistan akan selalu dan tetap ikut berpartisipasi aktif dalam segala program yang telah direncanakan oleh OISAA dan ikut proaktif dalam mengawal perjalanan I4 ke depan, dengan sebisa mungkin memberikan kontribusi ide dan pemikiran adaptif, inovatif dan aplikatif demi kemajuan, kemandirian, dan kejayaan bangsa di masa yang akan datang.</p>
<p>* Ketua Umum PPMI Pakistan periode 2008-2009 &#038; Delegasi PPMI Pakistan dalam SI PPI 2009 di Den Haag, 3-5 Juli 2009.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=269</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dubes Ishak Latuconsina Akan Temui Menag soal Temus Pakistan</title>
		<link>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=267</link>
		<comments>http://www.ppmipakistan.or.id/?p=267#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 08:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PPMI</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ppmipakistan.or.id/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Oleh ; Muladi Mughni
Hari selasa, 21 Juli 2009, delapan orang perwakilan mahasiswa menghadap Dubes Indonesia untuk Pakistan di KBRI guna membicarakan hal Temus. Pertemuan yang rencananya dijadualkan pada pukul 15.00 terpaksa molor sampai dengan 15. 45, dikarenakan pada jam yang sama Dubes tengah menerima tamu para dubes ASEAN di Wisma Duta.
Pertemuan yang juga dihadiri oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh ; Muladi Mughni</p>
<p>Hari selasa, 21 Juli 2009, delapan orang perwakilan mahasiswa menghadap Dubes Indonesia untuk Pakistan di KBRI guna membicarakan hal Temus. Pertemuan yang rencananya dijadualkan pada pukul 15.00 terpaksa molor sampai dengan 15. 45, dikarenakan pada jam yang sama Dubes tengah menerima tamu para dubes ASEAN di Wisma Duta.</p>
<p>Pertemuan yang juga dihadiri oleh konsuler Bapak Adik Prayitno dilaksanakan di ruang pertemuan yang juga lazim digunakan untuk ruang rapat staff KBRI.<span id="more-267"></span></p>
<p>Sebelum rapat dimulai, para perwakilan mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi menyamakan persepsi mengenai topik yang akan disampaikan pada saat audiensi dengan dubes. Guest House yang saat ini menjadi kantor PPLN, menjadi pilihan perwakilan mahasiswa dalam penyatuan perspsi atas masalah yang ada. Panasnya cuaca hari itu yang diperkirakan mencapai 40 C, tidak menyurutkan langkah para perwakilan mahasiswa untuk sampai lebih awal sejam dari jam yang telah dijadualkan. Sekalipun letak posisi masing-masing mereka tidak sama, beberapa diantaranya berangkat dari new campus, lainnya dari arah Abpara, ada yang menggunakan taxi, motor, dan lainnya menggunakan kendaraan umum. Sekalipun hanya mereka yang mengendarai motorlah yang dapat masuk langsung ke area diplomatic enclave, sementara yang lainnya, harus berhenti di depan hotel Serena dan harus berjalan kaki sekitar 15 menit untuk sampai ke area Diplomic Enclave.</p>
<p>Begitu sampai di Guest House, sangat tampak muka-muka lusuh dan keringat yang bercucuran membanjiri sekujur tubuh mereka. “Wuah&#8230;.puanas Rek” ucap Mas Edy yang wajahnya mirip vokalis Hijau Daun begitu sampai ruang guest house yang memang sejuk karena AC Windows diruang tengah telah terlebih dahulu dinyalakan. Tiba-tiba Su’ud pun datang sambil berkata, “Maknyosss panase…”, tapi walaupun panas seperti itu, tetap saja, yang pertama yang dimintanya kepada Munif adalah rokok favoritnya “Pine”, dimana Munif memang selalu sedia Rokok di kantongnya, langsung saja ia menyodorkan rokok tersebut ke Su’ud. Tapi sayang memang tidak ada kopi ataupun teh (dhot Pe tea) untuk bisa menambah kenikmatan Su’ud dan Munif.</p>
<p>Waktu audiensi diperkirakan masih setengah jam lagi, kami pun mengadakan rapat singkat, yang dimulai dengan pembicaraan Ihsanuddin tentang flashback hasil keputusan rapat dengan semua mahasiswa di balkon hostel empat. Ada tiga hal penting yang dipersiapkan dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa tentang temus ini, yang pertama: memperkenalkan apa itu temus, berikut manfaat dari temus bagi mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan, kedua: apresisasi yang tinggi terhadap usaha yang telah dilakukan KBRI dalam menghubungi beberapa pihak terkait, sehingga sampai diterimanya keterangan resmi dari Konjen di Jeddah tentang alasan dihapuskannya temus dari Pakistan, seraya memohon petunjuk dubes untuk mengupayakan terobosan yang lain guna mengupayakan kembali jatah temus tersebut. Ketiga: mengkaji kemungkinan alasan dihapuskannya jatah temus Pakistan terkait dengan tindakan amoral seorang temus asal Karachi pada tahun lalu.</p>
<p>Tiga hal inilah yang disepakati akan disampaikan oleh perwakilan mahasiswa, berikut menyepakati siapa saja yang akan membuka  pembicaraan dengan dubes berikut tanggapan-tanggapan yang selanjutnya. Intinya mereka berusaha untuk menciptakan dialog yang cair dan tidak formil, ibarat anak yang tengah menghadap Bapaknya.</p>
<p>Setelah merasa cukup berkonsolidasi, mereka menuju secara bersama-sama ke ruang tunggu yang terletak di samping resepsionis. Seperti biasanya, mereka berbasa-basi terlebih dahulu dengan Mba Lia, yang selalu tampil dengan senyumnya yang has. Ruang tunggu pun jadi penuh gelak tawa, karena memang tertawanya Mba Lia sulit untuk diposisikan, mereka pun juga kelihatannya akrab sekali dengan Mba Lia, khususnya Evi Hanafiah dan Ihsan, yang sedari awal selalu berdiri di depan meja resepsionis, tentu bisa dibayangkan, Ihsan dengan senyumnya yang has, dan Evi hanafiah dengan intonasi komunikasinya yang sangat halus. Tidak diketahui apa yang mereka bicarakan, tiba-tiba yang terdengar adalah gelak tawanya saja yang memecahkan keheningan.</p>
<p>Biasa memang, ada banyak cara yang dilakukan untuk menghilangkan sedikit grogi untuk menyampaikan aspirasi ke Dubes ketika itu. Lain halnya dengan Munif, Edy dan Muladi, karena menunggu hampir 30 menit, waktu yang lumayan lama itu, digunakan untuk berpoto-poto ria di ruang tunggu. Kamera bermerk Kodak yang Munif beli di Saudi hasil temus tahun lalu memang cukup bermanfaat untuk bisa mengisi kekosongan waku itu. Juru potret handal Lando alias Su’ud, selalu mengambil pose-pose yang unik dari berbagai gaya mereka. Ada yang berdiri di samping patung garuda, di belakang wayang, untung tidak ada yang mengambil pose di belakang patung setengah telanjang yang terbuat dari kayu.   </p>
<p>Ketika kami tengah sibuk dengan urusan masing-masing, tiba-tiba muncul dari awah pintu masuk, mobil bernomor polisi CD 28. 01, yang dikendarai Dubes. Nampaknya pertemuan dengan para Dubes ASEAN telah selesai. Begitu beliau memasuki ruangan, dan kami sudah berada di sana, dubes meminta kami untuk menunggu sejenak. Tepat pada pukul 15.35, kami diminta masuk oleh Bapak Adik Prayitno ke ruangan rapat dubes. Setelah menunggu selama lima menit dan masing-masing kami telah mengambil posisi duduk Bapak  dubes memasuki ruangan.</p>
<p>Pertama-tama Dubes memulai pembicaraan dengan mengucapkan salam, dan nampaknya beliau sudah memahami betul inti permasalahan yang akan disampaikan oleh perwakilan mahasiswa itu. Persoalan penghapusan jatah temus langsung menjadi topik utama Dubes dan tanpa diduga Dubes pun secara langsung akan menggunakan otoritasnya selaku Dubes untuk membicarakan persoalan mahasiswa Pakistan ini kepada Menteri Agama dalam kesempatan pulangnya ke tanah air yang direncanakan sebelum 17-an agustus ini.</p>
<p>Pembukaan kalimat Dubes yang hanya berkisar lima menit itu, tenyata sudah memberikan jawaban dari sekian persoalan dan isi hati yang akan disampaikan oleh perwakilan mahasiswa, sehingga dalam benak masing-masing mereka sesungguhnya sudah tidak ada lagi yang harus disampaikan, karena memang yang menjadi harapan dan aspirasi mahasiswa selama ini adalah, permohonan kepada Bapak Dubes untuk bersedia melakukan pembicaraan dengan pihak Depag (Menag atau Dirjen Haji) untuk mengupayakan kembalinya jatah Temus bagi mahasiswa Pakistan.</p>
<p>Namun, sekalipun demikian, Dubes tetap memberikan kesempatan bagi perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan. Ihsan kemudian menyampaikan ucapan terimakasih atas upaya KBRI selama ini dalam mengupayakan kembalinya jatah Temus bagi mahasiswa Pakistan, sehingga sampai diterima untuk dapat beraudiensi dengan Dubes. Kemudian Muladi menyampaikan tentang temus berikut beberapa manfaatnya bagi mahasiswa, organisasi, dan kesempatan dapat berhaji di mana keduataan Saudi di Pakistan tidak memberikan kesempatan bagi mereka yang selain Temus. Penyataan ini pun di perkuat oleh beberapa rekan yang lainnya, seperti Munif, edy, Rizky, Adam  dan lain-lain.</p>
<p>Mendengar ungkapan tersebut, respon yang diberikan Dubes begitu apresiatif dan positif. Beliau mengatakan bahwa memang tidak bisa diragukan lagi tentang faedah dan manfaat Temus bagi mahasiswa tersebut. Dan untuk itulah maka beliau merasa heran dengan penghapusan yang terjadi. Namun ada beberapa hal yang perlu dikaji oleh kita bersama, bahwa apa sebenarnya latar belakang penghapusan tersebut. Beliau menyebutkan dua hal, apakah karena porsi (jatah) petugas yang terlalu banyak, ataukah karena lokasi selain timur tengah yang jauh, sehingga ongkos (ganti transpot) juga otomatis menjadi lebih mahal.</p>
<p>Dua pertanyaan ini, langsung ditanggapi oleh Munif, bahwa persoalan porsi petugas itu tidak mejadi masalah, sebab setiap tahunnya memang selalu dibutuhkan petugas dari mahasiswa yang dari luar Arab Saudi termasuk yang dari Pakistan yang jumlahnya telah disesuaikan. Kemudian tentang ongkos transport, memang selama ini, ongkos transport tidak pernah dialokasikan oleh Depag, sehingga dekat ataupun jauh, timur tengah ataupun di luar timteng, tidak masalah, dan tidak mengurangi budjet alokasi dana kepada masing-masing temus perwakilan negara.</p>
<p>Mendengar keterangan tersebut, Dubes merasa tambah yakin untuk melangkah ke menag untuk menanyakan perihal penghapusan jatah tersebut. “So…kenapa harus ada diskriminasi antara timteng dan bukan”, Dubes mengatakan dengan ekspresi heran.</p>
<p>Terkait dengan penguasaan bahasa Arab yang diasumsikan menjadi sebab dihapusnya jatah Pakistan, juga Bapak Dubes telah lebih tahu, bahwa mayoritas mahasiswa disini mampu dan menguasai bahasa arab. Sebab materi kuliah di IIU menggunakan dua bahasa yaitu Arab dan Inggris.  Bahkan Edy menambahkan, yang diutus menjadi Temus rata-rata mereka tengah S2 dan menulis thesis dalam Bahasa Arab, jadi mustahil ketidakmampuan berkomunikasi bahasa Arab dijadikan alasan.</p>
<p>Intinya semua hal yang menjadi aspirasi dan isi hati perwakilan mahasiswa dapat diterima oleh Dubes, dan semakin menguatkan keinginan beliau untuk menyampaikan keberatan bahkan protes atas penghapusan jatah Temus bagi mahasiswa Pakistan ini. </p>
<p>Namun, di sela-sela keinginan yang besar tersebut, apa yang menjadi prediksi kami, bahwa bisa saja Dubes mengkaitkan penghapusan ini dengan kejadian tahun lalu; dimana salah seorang Temus asal Karachi melakukan tindakan amoral; tertangkap menjual barang yang tidak etis saat bertugas, dan ketahuan oleh pihak TUH dan akhirnya dimutasi ke tempat tugas lainnya.</p>
<p>Di saat menerangkan hal tersebut Dubes tampak sangat marah dan tidak hanya menyalahkan orang yang melakukannya, tetapi juga kepada mereka yang bertugas, kenapa tidak melakukan pelarangan, dan bahkan beliau mencontohkan untuk tidak apa-apa sekiranya bagi yang tahu ketika orang tersebet berbuat amoral ia hajar dan larang dia sampai betul-betul ia sadar. Dan inilah sebetulnya Jihad anda yang betul menurut Dubes. Beliau begitu sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan bukan tidak mustahil inilah yang mengakibatkan dihapuskannya jatah semua Temus Pakistan. Beliau pun menganalogikan dengan satu tentara yang bersalah, maka hukuman akan diterima oleh satu batalion. Sebab tanggung jawab harus dipikul oleh semua bukan perorangan.</p>
<p>Para perwakilan mahasiswa, menerima semua yang disampaikan Dubes dan sefaham dengan pernyataan Dubes tersebut. Dan bertekad untuk kemudian hari lebih meningkakan kesadaraan introspeksi dan saling muhasabah. Kejadian tahun lalu memang harus menggugah kesadaran kita yang mungkin melalaikan pungsi kontrol antar sesama kita.</p>
<p>Namun, sekalipun demikian sebagai opini banding, diakhir pembicaraan kami pun menyampaikan asumsi pelanggaran amoral tersebut dengan realita penghapusan temus. Bahwa wacana penghapusan Temus sebenarya  sudah dinyatakan oleh kepala TUH Jeddah sebelum terjadinya pelanggaran oleh Temus asal Karachi  tersebut, kemudian realitanya, temus asal Malaysia, India dan Iran yang tidak ada pelanggaran selama ini pun terkena penghapusan jatah seperti Pakistan. Artinya kami berusaha untuk meyakinkan Dubes bahwa penghapusan jatah ini semata-mata hanya karena alasan keinginan Depag untuk merekrut mahasiswa yang dari Timur Tengah dengan alasan efesiensi dan efektifitas kerja. Sebagaimana isi statemen yang dituangkan dalam surat dari Konjen Jeddah tertanggal 9 Juli 2009.</p>
<p>Akhirnya, audiensi pun harus berakhir pada pukul 16.20, dan kembali Bapak Dubes menegaskan akan ke Jakarta untuk bertemu dengan Menag untuk mengusahakan jatah temus bagi mahasiswa Pakistan. Dan beliau meminta kepada kami untuk membuat beberapa catatan yang perlu sebagai rujukan dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa Pakistan tersebut.</p>
<p>Perwakilan mahasiswa yang hadir dalam pertemuan dengan Dubes adalah, Ihsanuddin, Adam Bachtiar, Muladi, Munif at-Tamimi, Su’ud Hasanuddin. Evi Hanafiah, Isrokh Fuaidy, dan Rizky Hegia Sampurna. Adapun Dubes didampingi oleh Bapak Adik Prayitno.</p>
<p>Demikian liputan hasil audiensi perwakilan mahasiswa dengan Dubes Bapak Ishak Latuconsina tentang pengembalian jatah temus Pakistan. Akhirnya Kita terus berusaha secara maksimal dan tidak pernah bosan untuk berdoa, tentunya dengan keyakinan penuh bahwa segala sesuatunya akan kembali kepada Dzat yang Maha Mengetahui segala maslahat yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya bukan..?. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ppmipakistan.or.id/?feed=rss2&amp;p=267</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
